Pagi
itu, 12 September 2012 aku terbangun oleh teriakan abangku yang menyuruhku
cepat bangun. Kulihat jendela masih sangat gelap, aku hapal betul waktuku
bangun untuk mandi lalu bergegas ke sekolah itu saat langit sudah mulai
berwarna biru. Kulihat juga jam di iPadku, disana menunjukan pukul 00:05. Jelas
saja aku menolaknya dan bilang “iya bang nanti sebentar lagi, ini masih gelap
banget”. Tapi, perkataanku tidak dihiraukan sama sekali olehnya, dia malah
terus menggoncang-goncangkan tubuhku. Dari luar kamar terdengar suara papah
yang samar-sama “abang cepet!” dan tanpa pikir panjang abangku langsung
menarikku. Ya, mau tidak mau aku harus membuka mataku.
Saat
aku membuka mataku papah langsung mencium keningku dan berkata “Happy birthday
sayang. kamu udah tambah tua lho, jangan suka ribut-ribut lagi ya sama adik
ataupun abang kamu” aku hanya membalasnya dengan senyum lebar dibibirku. Mamah dan
adikku juga naik ke lantai dua rumahku sambil bernyanyi dan membawa sebuah kue
tart berukuran sedang. Papah pun memulai doa ucapan terimakasihnya karena pada
hari itu usiaku bertambah. Aku bahagia, terharu, serta sangat berterima kasih
kepada Tuhan karena aku bisa mendapatkan keluarga kecil yang sangat menyayangi
aku. Aku tahu papah, mamah, serta abangku itu bukan orang yang punya banyak
waktu untuk dibuang-buang.
Singkat
cerita, kita semua melanjutkan tidur disisa waktu pagi kita. Alarm dari
handphone papah, mamah, serta abang pun berbunyi. Papah mulai mandi, lalu
abang, baru setelah itu giliran aku yang mandi. Sedangkan mamah langsung ke dapur
untuk membuatkan kami sarapan. Dan adikku, dia masih tertidur dengan damai
karena sekolahnya masuk siang. Handphone-ku terus berbunyi karena mendapatkan
pesan singkat, aku buka dan membacanya ternyata itu dari seseorang yang special
untukku, dia Zanuri. Di Pesan itu dia berkata “Aku mau pamit, ternyata latihan
persijatim di Bandungnya dimajuin jadi hari ini.” aku merasa kesal karena ia
tidak bisa menemaniku dihari bertambahnya usiaku ini. Aku badmood dan sepanjang
hari pesan singkat darinya hanya aku balas dengan sesingkat-singkatnya.
Sesampainya
di sekolah, temanku Lissa menyapaku dengan senyumnya dan berkata “Happy
birthday herna! panjang umur, sehat terus, tambah pinter tambah cantik ya na”
aku membalasnya dengan memeluknya “iya Lissa, amin, makasih”. Aku melanjutkan
langkahku dan bertemu dengan banyak teman-temanku yang juga memberiku ucapan
selamat ulang tahun. Aku juga mengundang teman-temanku agar nanti sore bisa
datang kerumahku, tapi jawaban dari mereka tidak ada yang pasti. Aku jadi
merasa agak malas karena itu.
Waktu
pulang sekolah tiba, aku pulang secepat-cepatnya saat bel tanda pulang
berbunyi. Aku sangat takut kalau-kalau kejadian seperti setahun yang lalu
menimpaku lagi. Sesampainya dirumah aku langsung berganti baju dan bergegas
untuk segera berangkat les. Waktu untuk pulang les pun tiba, aku langsung
mengendarai sepeda motorku menuju rumah tanteku dan menjemputnya agar ia bisa
membantu mamah memasak untuk acara nanti sore.
Pukul
empat sore tepat teman rumahku tiba-tiba datang dan membawakanku sebuah kue
tart sambil membawa sebuah karton yang intinya bertuliskan “Selamat ulang
tahun”. Bertambah-tambahlah rasa bahagiaku pada hari itu.
Saat
pukul enam sore, datanglah dua teman sekolahku yang cukup dekat denganku. Dia
adalah Gilang dan Jascha. Setibanya diumahku, ia memberikanku ucapan selamat ulang
tahun dan meledekku “Na, laper nih. Makannya sekarang aja hehe” mamahku pun
dengan sigap mengeluarkan makanan yang sudah dibuat olehnya tadi. Tak lama
setelah mereka berdua pulang, dua sahabatku tiba-tiba muncul. Mereka adalah
Vedra dan Rizka, aku terkejut karena tadinya mereka bilang bahwa mereka tidak
akan bisa datang kerumahku. Aku keluar rumah dan melongok keluar pintu, bertambah
lagilah rasa terkejutnya karena ternyata Zanuri ada disana. Aku jadi malu
sendiri karena aku sudah marah padanya seharian penuh.
![]() |
| look.... horor ye kan jadinya-_- |
Tiba-tiba
sebuah telur mendarat dikepalaku, satu, dua, dan terus entah sampai berapa
banyak. Kepalaku juga ditaburi tepung terigu oleh mereka. Tak cukup sampai
disitu, dua kue tart kecil yang tadi mereka bawa pun juga menjadi alat untuk
mengerjaiku. Aku hanya bisa pasrah saat itu.
Setelah
aku selesai mandi aku duduk disamping Zanuri dan meminta maaf karena seharian
penuh sudah marah padanya. Tapi dia hanya tertawa girang dan meledekku. Sambil
memberikanku sebuah kado dia berkata “iya aku maklumin ko, aku tau pasti
badmood banget jadi kamu. Oia, Happy Birthday! Maaf aku ngerjain kamu hari ini
haha. Tambah pinter, tambah cantik, tambah sayang sama aku ya hehe” aku sangat
malu dan hanya bisa mengucapkan terima kasih sekenanya. Teman-temanku
menyuruhku untuk membuka kadonya, dan saat aku buka… ternyata dia memberikanku
sebuah jersey yang aku inginkan. Aku
juga mendengar cerita teman-teman saat dia berkeliling ITC hanya untuk mencari
sebuah kado untukku itu. Hadir juga Zidan serta Septian adik kelasku kerumahku. Setelah mereka semua makan kita
semua berbincang sebentar. Waktu sudah semakin malam, mereka pun pamit kepadaku
serta mamahku untuk pulang.
Aku
sangat berterimakasih kepada Tuhan karena selain pada hari itu usiaku
bertambah, aku punya sebuah keluarga kecil yang sangat menyayangiku, dan juga aku
mempunyai sahabat serta teman-teman yang peduli kepadaku.





0 komentar:
Posting Komentar